Laman

Senin, 24 Januari 2011

Being 20 Something Is Hard!!

Being 20 something is hard!! Saya suka sekali dengan buku karangan Dewi Pravitasari ini., jalan ceritanya memang bagus, dan gaya bahasa serta karakter tokoh di dalamnya pun digambarkan begitu sophisticated.

Saya sangat setuju dengan kata2 itu. Being 20 something is HARD!!! Banyak hal yang bisa saya ambil dari buku ini. tidak hanya cerita tentang cinta2an saja, tapi bagaimana kita menghadapi demands yang datang di usia itu.

Di usia 20an adalah penentuan kehidupan kita kelak. Di usia ini juga merupakan awal kehidupan nyata kita. Menjadi dewasa, penentuan pilihan hidup, berkarier, memiliki pasangan. Semua ditentukan di masa 10 tahun hidup kita ini. Dapat dibayangkan bagaimana sulitnya dan rawannya usia ini. Kita memang sudah dewasa, tidak remaja lagi, tapi disinilah tuntutan menjadi dewasa itu benar2 berperan dalam kehidupan kita yang nyata.

Ketika usia belasan kita bisa menggantungkan diri pada orang tua. Semua ditentukan oleh mereka. dan di usai ini, adalah proses bagaimana kita mengolah diri kita dan kehidupan kita sesuai dengan keinginan kita. Jatuh bangun dimulai dari masa usia ini. Inilah yang membuat kita menjadi pribadi yang tegar, kuat, atau yang lemah dan mudah menyerah.

Dan di usia ini jg dimana kesombongan kita akan benar2 bermain. Logika nya di range umur ini kita tidak akan bisa dikatakan sukses. Sukses itu sebuah proses. Namun terkadang kita diintimidasi oleh lingkungan kita sendiri. Kita dituntut harus begini, harus begitu karena lingkungan kita. Kita ga mau kalah saing sama si A, sm si B, itu yang membuat diri kita menjadi semakin tertuntut untuk segera sukses di range umur ini. Kita melupakan bahwa kesuksesan ituadalah proses panjang. Bukan yang 5 tahun kita berkibar, lalu 3 tahun kemudian kita jatuh. Disini kita membicarakan kesuksesan yang murni dari diri kita ya, bukan kesuksesan dari orang tua.

Hidup itu benar2 sebuah pilihan, dan tentang apa yg diprioritaskan..
Always do the best in every steps..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar