Laman

Minggu, 25 Desember 2011

Arisan! 2


Jeda yang panjang dari film pertamanya tidak membuat penggemarnya melupakan film yang sukses di tahun 2004, Arisan!. Dan Nia Dinata sang director memenuhi keinginan penggemar Arisan! dan juga para pemainnya untuk membuat sekuel dengan judul Arisan! 2. Ini bukan hanya lanjutan dari film pertama, tapi juga lanjutan dari kisah Arisan The Series yang sempat ditayangkan di salah satu stasiun tv swasta.

Arisan! 2 menyajikan kisah persahabatan antara Meimei (Cut Mini), Sakti (Tora Sudiro), Andien (Aida Nurmala), Nino (Surya Saputra), dan Lita (Rachel Maryam). Hidup pun berlanjut, dan mereka bukan lagi jiwa-jiwa muda seperti dulu. Kini mereka akan menjelang usia 40an. Dan seperti usia mereka, hidup pun berubah.

Meimei setelah bercerai dengan suaminya sudah muak dengan segala hingar bingar kota Jakarta dan kegiatan socialite nya. Dia memilih mengasingkan diri ke Lombok dengan membawa rahasia tentang penyakit kanker yang ia derita dari para sahabatnya. Di sana dia menjalani terapi reiki dengan seorang ahli Reiki-Lingchi, Tom (Edward Gunawan) dan juga berkenalan dan berteman dengan Moly (Adinia Wirasti).

Sakti dan Nino terus mengalami pasang surut dalam hubungan sesama jenisnya. Mereka pun memutuskan untuk menjalani hidup sendiri-sendiri setelah merasa stuck dalam hubungan itu. Lalu Nino pun menjalin hubungan dengan pemuda nan gemulai Okta (Rio Dewanto), sedangkan Sakti berhubungan backstreet dengan lelkai paruh baya dan beristri Gerry (Pong Harjatmo). Andien sendiri masih sibuk dengan kehidupan sosialitanya. Arisan, party, acara fashion, seni budaya membuat Andien dan para socialite makin dituntut untuk tampil sempurna, namun hal ini dibarengi pula dengan pertambahan usia mereka. Karena itu hal-hal kecil menjadi besar, ini membuat Joy (Sarah Sechan), ahli bedah plastik dengan financier nya Ara (Atiqah Hasiholan) memberikan “obat penenang” untuk menghindari penuaan bagi para ibu-ibu arisan ini. Dan peluang inilah yang dilihat oleh Yayuk Asmara (Ria Irawan) seorang penulis untuk menulis biografi dari para socialite. Dan tentang Lita Siregar, perempuan dengan bicara ceplas ceplos ini memilih untuk membesarkan anak di luar nikah, dan mempersiapkan diri untuk menjadi calon legislatif. Sampai akhirnya Andien, Sakti, Nino, dan Lita tiba di sebuah perjalanan lucu untuk menemui Meimei dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada sahabatnya itu.

Membuat sebuah script sendiri tanpa Joko Anwar yang bekerja sama dengannya di Arisan! ternyata Nia Dinata dapat membuktikan ia tidak hanya sebagai pengarah film tetapi juga pembuat cerita dan dialog. Nia mampu untuk meramu dialog-dialog cerdas dengan dunia glamour kaum sosialita.
Tidak hanya itu, film ini begitu menghentak dan juga memukau penonton dengan suguhan cast papan atas yang juara. Seperti Adinia Wirasti, Atiqah Hasiholan, dan yang begitu menarik perhatian, Rio Dewanto yang wajahnya sudah sering menghiasi FTV dan tampil begitu mengesankan menjadi gay exist dan flamboyant di film ini. Tora pun kembali menunjukkan kualitasnya setelah banyak membintangi film “asalan”. Semua dikemas sangat matang oleh Nia Dinata menjadikan film ini terasa begitu real dan enak untuk dinikmati.

Nia Dinata berusaha untuk membuat Arisan! 2 agar tetap memiliki isi. Penambahan Cerita, konflik dan juga karakter tidak membuat Nia membuat cerita yang asal-asalan. Dia tetap mampu untuk mengemas konflik-konflik terasa begitu real dan not too much drama. Nia mencoba mengkomunikasikan bagaimana kita menyikapi dan mensyukuri hidup dengan matang yang sekarang sering dilupakan orang-orang yang memasuki usia tua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar